Irigasi Tetes: Inovasi Hemat Air untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Bandingan
BANDINGAN – Jumat, 8 Agustus 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bandingan melaksanakan praktik penggunaan irigasi tetes sebagai langkah inovatif untuk meningkatkan efisiensi pertanian.
Sistem irigasi tetes ini dirancang untuk menyalurkan air langsung ke area perakaran tanaman melalui pipa atau selang khusus dengan lubang-lubang kecil. Metode ini terbukti dapat menghemat penggunaan air, mengurangi penguapan, dan meminimalkan pemborosan. Selain itu, penyiraman menjadi lebih merata, sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan hasil panen berpotensi meningkat.
Menurut Koordinator KKN Desa Bandingan, penerapan irigasi tetes merupakan jawaban atas tantangan pertanian modern, terutama di tengah perubahan iklim yang memengaruhi ketersediaan air. “Dengan irigasi tetes, petani tidak hanya menghemat air, tetapi juga waktu dan tenaga. Sistem ini sangat cocok untuk lahan yang luas maupun sempit,” ujarnya.
Ibu-ibu KWT yang terlibat tampak antusias mempelajari cara pemasangan dan pengoperasian sistem ini. Mereka berharap teknologi sederhana namun bermanfaat ini dapat terus diterapkan, tidak hanya di kebun percontohan, tetapi juga di lahan pertanian milik warga.
Kepala Desa Bandingan memberikan apresiasi atas inisiatif KKN UNSOED yang menghadirkan inovasi praktis untuk memberdayakan petani. “Harapan kami, irigasi tetes ini menjadi awal dari penerapan teknologi pertanian berkelanjutan di desa, sehingga ketahanan pangan tetap terjaga dan kesejahteraan petani meningkat,” katanya.
Kegiatan ini diakhiri dengan uji coba langsung di lahan, memastikan air mengalir sesuai kebutuhan tanaman. Ke depan, teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menghadapi musim kemarau dan mendukung pertanian ramah lingkungan di Desa Bandingan.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin